dalam kayu : terlihat jauh
bagian 3 "ib, boleh tolong nyalakan mesin air?" selasa ke sekian, jadwal ku piket masak. sebenarnya, seluruh anggota kelompok ku sangat bertanggung jawab. dan biasanya mereka akan sangat bersemangat jika sudah jadwalnya masak. tapi hari ini, beberapa dari mereka sedang mengurus keperluan di balai desa untuk acara kami akhir pekan ini. jadi aku ditinggal bertugas sendirian. tidak lama. tapi lumayan. ketika ia berjalan terhuyung dengan handuk coklat kesayangannya menuju pintu kamar mandi di belakang, aku memintanya menyalakan mesin air agar kamar mandi disebelah sana juga menyala. pengalaman dari beberapa kali aku mandi, airnya selalu habis di tengah jalan. "tumben, sendirian" ia menghentikan langkahnya. melirikku sebentar. wajahku sudah tidak karuan, berkeringat. bau bawang, dan seluruh kesibukan ku di dapur. cukup berantakan, dan aku merasa jelek sekali. "engga kok, ini udah selesai" ia mengangguk lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar kecil itu. sejak ...