Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

tanabata : bintang paling biru

Bagaimana cara merampungkan sebuah naskah? Aku juga bingung, tidak tau caranya. Sebab sejauh yang pernah ku tulis, sebanyak yang pernah ku baca, tidak pernah ada naskah yang benar-benar menyentuh akhirnya. Tidak ada yang pernah benar-benar menyentuh endingnya dengan baik, sebab akan selalu ada tambahan part, bagian, bab, dan potongan scene yang terakhir, terakhir, terakhir, terkahir lagi, terakhir lagi, lagi, dan yang terakhir, paling terkahir, kemudian terakhir. Barangkali ada sebuah part kecil yang lupa ku bagikan padamu, tentang bagaimana sebuah percakapan ringan tapi terasa begitu berat ketika kau mencoba mengingatnya. tentang bagaimana seseorang berusaha masuk kedalam hidupmu, perlahan, tidak mendobrak pintu, tidak berisik, tapi ketika kau buka pintunya orang itu tetap disana, tidak masuk, hanya membawa sebuah buket bunga. Kau boleh pilih bunga apa saja termasuk mawar, lily, ataupun tulip kuning kesukaanmu. Orang itu datang seolah memberi ruang agar kau mengisi bagian yang rumpang...

dalam kayu : raib, namanya

 Bagian 1 Loving can hurt, loving can hurt sometimes But it's the only thing that I know When it gets hard, you know it can get hard sometimes It is the only thing makes us feel alive . Sebuah amanah besar menjadi bagian dari masyarakat desa selama beberapa bulan untuk menyandang tugas sebagai mahasiswa yang mengabdi. Semester yang melelahkan menurutku. Agak sedikit menyesal sebab surat permohonan internshipku tidak segera mendapat balasan sehingga aku terpaksa harus mendaftar sebagai peserta terakhir di desa ini. Menyebalkan . Beberapa hari berlalu, yang ku syukuri hanyalah udara dan air sejuknya saja. Sebab, sosial energiku mudah sekali habis jika terlalu sering bertemu orang-orang. Melelahkan . Barangkali, kisah kali ini hanya menjadi bagian kecil dari perjalanan sebuah kapal yang belum jelas ingin kemana bersanggah. Terus berlayar tanpa seorang navigator sebab inginnya hanya menuruti kemana arah angin bertiup. Aku mengikuti tiap hembusan itu, pelan dan sejuk. Meski sesekali kha...

tanabata : tidak pernah bisa

pengetahuanku buruk sekali. kadang, aku merasa terlalu banyak hal yang tidak ku tahu. sebegitu merasa bodohnya aku.  barangkali, agustus menjadi bulan yang tidak pernah berakhir dengan cerita biasa saja. setelah empat hari melelahkan itu, ku kira urusanku sebagai orang penting sudah selesai. ternyata aku salah. begitu banyak hal yang sulit ditebak, tidak ku tahu, dan terjadi dengan banyak alasan ambigu. kesehatanku sudah jauh lebih baik dari empat hari yang lalu. beberapa obat dari puskesmas sudah mulai habis. suaraku sudah hampir kembali seutuhnya. aku bahkan sudah masuk magang lagi setelah beberapa hari izin sakit. hari itu. aku tiba-tiba terbangun dari posisi tidurku yang agak miring. tenggorokanku agak kering barangkali karena aku tertidur dengan posisi sedikit mangap. didalam sebuah mobil. guncangan terasa pelan dan mengayun berhasil meninabobokkan aku cukup lama. di luar sudah mulai gelap. aku mengerjap. melihat seisi mobil yang tidak ku kenali. mobil itu melaju kencang seka...