Postingan

tanabata : boleh, ya?

Aku memutar lagu multo - cup of joe untuk yang ke sembilanbelas kalinya. tidak tau sejak kapan lagu itu biasa ku dengar, yang jelas akhir-akhir ini semua sosial media jelas memutar lagunya dengan baik. Manusia bernama Raga itu beberapa kali mampir ke mimpi ku, mengaku bahwa dia adalah orang dari masa lalu. Dan sekarang, dia mengaku bahwa ia adalah orang yang akan membersamaiku di masa depan. Jelas aku menolak mentah-mentah mimpi jelek itu. Amit-amit. Beberapa hari terakhir, ketika aku dan kak Danu-senior ku, menghabiskan waktu cukup lama di coffee shop yang juga menyediakan banyak buku bacaan. Tidak sengaja membahas manusia itu. Raga. Ah sebenarnya, aku benci sekali menyebutkan namanya. "bagaimana, forumnya...?" "tidak baik, juga tidak buruk" aku menutup layar leptopku. beralih melihat rak buku di depan ku. ada banyak classic literature yang tersedia. ada banyak komik lama yang bahkan aku sudah lupa berapa umurnya. dan juga... serial Lima Sekawan?! Oh Tuhan mataku l...

tanabata : doktrin tidak suka.

ada banyak yang perlu dibicarakan sore itu. tapi dia memilih menerima telepon dan beralih pergi. aku tidak bisa menahannya barang sebentar. apa pula hak ku. forum ditutup dengan hasil akhir yang tidak jelas. dead lock . "tidak usah dilanjut, tidak perlu" aku meninggalkan ruangan dengan beberapa peserta lain yang masih menunggu hasil akhir. diskusi panjang dengan manusia keras kepala itu tidak akan ada akhirnya. dia hanya menerima bisikan dari orang-orang kepercayaannya. dan tentu saja aku bukan salah satunya. aku tidak pernah suka manusia itu. sudah pernah ku katakan. bahkan di hari pertama aku mendengar suaranya, aku benci dengan segenap hatiku. doktrin yang akhirnya menggerogoti mataku. tidak melihat siapa dia, dan apa jabatannya masa itu. manusia keras kepala itu mengirim sebuah pesan di grup. "kita lanjut besok ya" .... barangkali, rasa tidak suka itu hanya sebuah doktrin atas semua besar rasa iri yang sempat menyelimutiku. menyelimuti mata hatiku. menutup semua...

tanabata: yang katanya sebentar.

Musim penerimaan mahasiswa baru, kembali. Jika di tahun pertama, aku menjadi pesertanya. Di tahun kedua aku menjadi panitia pelaksana, dan di tahun ketiga ini aku menjadi tim pengawasan. Dulu, tepat dua tahun lalu itu. Aku membencinya. Tapi, hari ini. Ada banyak fakta yang ternyata tidak banyak ku tahu. Ada banyak kisah yang belum sempat ku dengar ia bercerita. "kamu, punya pacar?" Rapat selesai. Anggota lain sudah perlahan meninggalkan ruangan-hendak pulang atau beralih kegiatan. Beberapa teman sekitar ku terkejut. Pertanyaan random itu benar-benar membuatku membisu sejenak. Itu pertanyaan ke sembilan yang ia lontarkan padaku. Bukan pertama kali dia menanyakan hal yang sama, menyebalkan sekali. "Oh yang jemput kamu kemarin itu, pacar kamu, faa?" Tanya seorang wanita disebelahku. Aku menggeleng. Bukan . "Aku tau.. aku tau jurusan apaa.." Lanjut temanku yang lain. Forum mendadak tidak nyaman. Manusia itu masih menunggu ku untuk menjawabnya. "Engga, aku...

take of from saturn.

    stasiun pasar senen. 16.27  -   Jika waktu itu, aku memintamu untuk mengakui perasaan lebih dulu. Maka tidak lagi kali ini. Semua akan berakhir terlupakan, sebab kisah cinta kuno seperti itu mudah sekali tergantikan. Bergeser di telan zaman. Hangus dan usang seperti sampah yang siap di buang. Tuan, terimakasih sudah mau menyempatkan hadir disela sibukmu itu. Terimakasih sudah mau menjawab telepon ku yang mendadak dan tiba-tiba. Terimakasih, karena sudah baik masih ingin mendengar cerita terakhir ku. Dan terimakasih tentunya, karena sudah berhasil bahagia meski tanpa ku didalamnya. Tuan, kereta ku sebentar lagi tiba.  Maka sudah waktunya aku meninggalkan planet luarbiasa mu itu. Sudah waktunya aku meninggalkan cerita tentang saturnus dan cincin pengikat janjinya. Sudah waktunya aku berhenti mengagumi planet si paling setia dan selalu ada. Sudah waktunya untuk menuliskan bagian terakhir kisah goblin dan pengantinnya yang fana. Tuan, kereta ku sudah tiba sekara...

tanabata : ku perkenalkan padamu.

Dahulu, Orihime adalah seorang penenun bintang yang rajin. Ayahnya, Raja Langit, memperkenalkannya pada Hikoboshi, seorang penggembala bintang. Mereka jatuh cinta dan menikah, tapi setelah itu, mereka jadi terlalu sibuk mencintai dan melupakan tugas mereka. Karena itu, Raja Langit memisahkan mereka, menempatkan mereka di sisi yang berbeda dari sungai langit (yang diibaratkan sebagai Galaksi Bima Sakti). Namun, karena kasihan, Raja Langit mengizinkan mereka bertemu sekali dalam setahun , yaitu pada tanggal 7 bulan 7 — inilah yang jadi hari perayaan Tanabata .  Di Jepang, saat Tanabata, orang-orang menulis harapan mereka di kertas warna-warni dan menggantungnya di bambu — seperti doa-doa yang ingin dikabulkan, sama seperti harapan dua kekasih yang ingin bertemu. sebab manusia selalu ingkar janji, tentang semua frasa yang disebut dengan sengaja. ini bukan cerita romansa anak SMA yang penuh suka cita. ini hanya sekelebat kisah tak kasat mata yang membebani manusia hopeless romantic ...

selamat. selamat tinggal.

Andai dulu kau tak pergi dari hidupku Takkan mungkin kutemui cinta yang kini kumiliki Cinta yang menerima kekurangan Dan merubah caraku memandang dunia Andai dulu kupaksakan t'rus bersamamu Belum tentu kisah kita berdua berakhir bahagia Kisah yang mendewasakan kita berdua Meski lewat luka .....   Ada  banyak sekali kalimat yang tidak sempat terucapkan pada saat itu. Gemerkap kota Jakarta mungkin saja membuatmu lupa bahwa aku adalah pemenang hatimu, dulu. Semua bak sudah diatur dalam pembagian bab perasaan dan waktu jatuh cinta. Entah aku yang salah atau memang semesta pada saat itu enggan berpihak padaku. Aih aku lupa, memangnya sejak kapan semesta berpihak kepadaku? Mata mu. Masih sama seperti waktu itu. Seluruh yang ada padamu, masih sama seperti tujuh tahun lalu. Bahkan tatapan itu, semua tidak berubah bahkan sedikitpun. "faa..." Suara yang masih sama bahkan seperti tujuh tahun yang lalu. Seperti saat pertama kali aku mengenalkan namaku padamu, dulu. Saat pertama kali ...

panjang umur ya.

Surabaya, januari 2024. Bus merah itu berhenti. Gambar buaya dan ikan hiu terpampang besar disana. "terima kasih,ya. jumpa kapan-kapan lagi" . dan bahkan, ketika kamu datang lima tahun kemudian. luka itu bahkan masih diam ditempatnya, tuan. sudah sembuh katamu? belum. tapi memang sudah mati rasanya. tidak perih bahkan sudah berulang kali terbentur dan berdarah.