selamat. selamat tinggal.
Andai dulu kau tak pergi dari hidupkuTakkan mungkin kutemui cinta yang kini kumilikiCinta yang menerima kekuranganDan merubah caraku memandang duniaAndai dulu kupaksakan t'rus bersamamuBelum tentu kisah kita berdua berakhir bahagiaKisah yang mendewasakan kita berduaMeski lewat luka
.....
Ada banyak sekali kalimat yang tidak sempat terucapkan pada saat itu. Gemerkap kota Jakarta mungkin saja membuatmu lupa bahwa aku adalah pemenang hatimu, dulu. Semua bak sudah diatur dalam pembagian bab perasaan dan waktu jatuh cinta. Entah aku yang salah atau memang semesta pada saat itu enggan berpihak padaku. Aih aku lupa, memangnya sejak kapan semesta berpihak kepadaku?
Mata mu. Masih sama seperti waktu itu. Seluruh yang ada padamu, masih sama seperti tujuh tahun lalu. Bahkan tatapan itu, semua tidak berubah bahkan sedikitpun.
"faa..."
Suara yang masih sama bahkan seperti tujuh tahun yang lalu. Seperti saat pertama kali aku mengenalkan namaku padamu, dulu. Saat pertama kali kamu mencoba menyebutnya dengan nada dan patahan suku kata yang berbeda dan tidak biasa.
Setelah beberapa tahun yang lalu, pertemuan tanpa dialog di kota hiu dan buaya. Kini, kembali aku menemui mu, tuan. Di kota sepadat jakarta. Di kota seramai ini. Semacet ini. Aku berhasil menemukan mu. Ya. Aku berhasil menemukan manusia menyebalkan sepertimu.
"oh, haii..."
"bagaimana urusannya, sudah selesai, kah?"
Basa-basi yang amat klasik dari manusia sepertimu. Tapi tidak apa. Aku menerimanya.
Malam ketiga ku di ibu kota. Malam terakhir sebelum akhirnya aku harus kembali menjalani kehidupan ku sebagai 'faa' yang hidup dan tumbuh mandiri di kota lain.
Tuan, perasaan ku untukmu memang sudah tidak lagi ada. Rasa itu memang sudah lama hilang. Tapi mengapa ketika ku lihat postingan mu rasanya masih saja sulit untuk ku terima. Ada sedikit perasaan tidak terima, sebab sepertinya kamu sembuh semudah itu.
"kamu bener, jakarta ngga buat semua orang. aku ga kuat lama-lama disini"
"loh haha, kamu baru nyicipin sedikit loh. tiga hari mahh belum ada apa-apanya"
"iyaa"
"tapi, aku senang kamu ngabarin aku kalo mau kesini"
Malam itu, ketika ku sampaikan semua rasa sakit hatiku padamu, ketika setiap ucapan maaf dan terima kasih bertemu dengan tujuannya. Aku benar-benar menutup halaman terakhir pada cerita itu. Memang sesekali ku buka dan ku baca. Namun keadaan yang tak lagi sama memaksa aku harus segera menutupnya.
Malam itu, seperti harapan ku jadinya.
"see u yaa. semoga kamu bahagia di kota baru mu dan dimanapun kamu akan berkelana selanjutnya, faa. aku selalu doakan itu"
Akan selalu ada kata selamat.Dalam setiap kata selamat tinggal, faa.
Komentar
Posting Komentar
hai, kamu tetap bisa komentar tanpa harus punya akun loh. ayo tinggalkan jejak dengan mengirim pesan sebagai anonim sekarang!!