d e l a p a n b e l a s
(BEBERAPA PART SUDAH DIHAPUS!) Yang ku pikir sore itu aku benar sudah berjalan sendirian dengan tangan memegang handphone di telinga, suara temanku masih menjelaskan kenapa aku salah dalam cerita ini, tapi juga tidak lupa bilang bahwa Mars juga seorang yang salah. Dan kemudian suara itu mati. Menghilang ditelan koneksi. Ada laki-laki yang berdiri dengan tegap di belakang ku. Berbicara dengan nada datar. Sedatar datarnya. Ya ampun, bahkan ekspresi nya seram sekali. Ya meskipun masih ada tersisa kelembutan dari wajah dan suaranya tadi. “Faa, kamu suka sama akan komputer ya?” “eh?!” Ponsel yang daritadi masih terdengar suara laki-laki menjelaskan sesuatu kini mati tiba-tiba. Menyisakan suara tuutt-tuttt-tuttt bergantian. Mati karena jaringan. Aku menoleh ke belakang. Tuhan, kaki ku lemas. Ingin rasanya terduduk di tempat. Serasa tidak punya lutut. Tulang ku hilang dan pergi begitu saja. Dia disana Mars, teman sekelas mu. Seperombongan mu. Sepermainan mu. Se-se dan semanalah po...