t u j u h b e l a s

(BEBERAPA PART SUDAH DIHAPUS!) 


Mungkin, sudah sekitar dua minggu berlalu sejak malam panjang aku bercerita pada mu waktu itu. Banyak yang ku katakan sesuai kenyataan, tapi juga masih ada banyak hal lagi yang ku sembunyikan. 

“jangan diladenin, aku pernah suka padanya, dulu waktu smp”

“Mars?”

“eh iya, mendingan jangan deh. Pacarnya senior kita”

“jurusan?”

“yang mana lagi, kalo bukan baju bengkel warna biru. Perempuan di jurusan itukan memang melimpah ruah. Nggak heran sih, dari tiap angkatan emang banyak yang glowing, haha”

“tapi diaa.... Padaku...”
 
“kamu kayak gak tau laki-laki aja, dasar polos”

“emang kenapa laki-laki?”

“aduh Faa, susah ngomong sama gadis desa kayak kamu. Mana ngerti permainan cowok kota, haha”

Aku hanya diam. Teman teman ku tiba-tiba dapat gosip entah darimana bilang bahwa aku suka padamu. Hm, bener sih soal itu. Bukan gosip. Tapi ya, kan malu hampir sekelas tau soal itu. Ada yang hanya melirik dalam, seakan mereka tidak percaya aku bisa menyukaimu. Atau yang punya pikiran jahat seperti menakut nakuti untuk jangan jatuh cinta dulu, katanya aku terlalu cupu.

“Faa, mending gausa terlalu dipikirin”

“justru itu aku makin kepikiran”

Aku menelepon teman ku, dia laki-laki. Ku pikir dia paham soal ini, karena sejauh ini pendapat teman perempuan ku sudah memenuhi telinga dan kepala. Bukan nya membaik. Eh malah disuru lupakan saja. Ya mana bisa kalau itu soal kamu.
Istirahat pertama, aku tidak melihat mu. Sengaja. Jelas aku di dalam kelas. Masih sibuk membaca room chat dengan mu. Membaca tiap kata dan ketikan huruf dari jemarimu. Tidak ada pesan baru sejak tadi malam kamu mengucapkan selamat tidur. Ingin membalas dengan sapaan selamat pagi, ah tapi rasanya sudah terlambat. Ini pukul sepuluh lewat sekarang.

“kamu gak akan bisa biasa biasa aja kalo terus terusan bacain chat dari dia”

Sial.

Aku tertangkap basah meringkup dibawah meja kelas. Sedang menscrool tiap kalimat yang kita bahas di aplikasi hijau itu. Malu rasanya. Apalagi rata-rata cewek di kelasku punya bibir yang runcing kali soal bicara. Makanya sempat kesal kok bisa sih ada gosip nyebarin kabar seperti ini. Ya ampun. Mau ditaruh dimana wajah yang ngga seberapa milik ku ini.

“kok bisa kesebar ceritanya?”

“ya kamu nilai aja sendiri. Sekolah ini memang minim perempuan. Tapi mulutnya ngga pernah kalah sama jumlah, iya kan?”

“ngomong mu belibet. Sebut saja namanya. Jelas”

“eh ya mana aku tau, kan aku juga penikmat gosip, wkwk”

Aku jengah. Bicara pada manusia yang hanya sekedar kepo mungkin engga akan berhasil baik. Ya ampun, sekian bulan aku berusaha biasa biasa saja di depan teman sekelas ku. Hari ini, malah jadi bahan omongan namaku di setiap diskusi ilegal mereka itu. Bilang kalau, eh ternyata aku bisa juga suka sama orang. Kirain ngga bisa, kirain ngga normal.

Woiii!!! Aku kan masih perempuan tulen. Lahir dari rahim ibuku. Masih suka juga sama yang ganteng ganteng. Mereka pikir aku apa? Memangnya perempuan desa ngga bisa sama laki-laki kota? Wueh!! Larangan macam apa itu. Mentang mentang aku anak daerah. Dihujat semuanya soal cinta.

Aku memang cupu. Tapi kan masih bisa bilang, kalo aku menyukaimu. Mars 

Bahkan yang lebih kejam, hari itu grup kelas mendadak bising. Bilang bahwa “hati hati, Faa bisa mendadak bucin. Kan gitu anak SD baru kenal cinta”

Ya ampun, aku mau tau seperti apa bentuk bibir manusia yang berhasil menyebar kabar segemuruh ini. Motivasi dia apasih sebenarnya? Kok bisa seperti ini efeknya. Eh ngga juga, padahal hanya itu saja. Sekedar berita bahwa aku suka seseorang, dari jurusan paling diminati di sekolah.

“Lang, aku harus gimana?”

“alamak, sudah beneran jatuh cinta ternyata kamu, haha”

Pulang sekolah sudah tiga belas menit yang lalu. Kaki ku masih lemas keluar kelas. Tidak bisa melihat wajah wajah penuh rasa ingin tau diluar sana. Tidak kuat jika dihujani pertanyaan soal senyata apa kabar berita itu menyebar. Aku tidak yakin seramai apa orang orang tau tentang cerita ini. Tapi ya, entahlah. Aku mengangkat panggilan suara via watsap. Menimbulkan suara halus seorang lelaki di seberang sana.

“Lang, kamu ga tau sekolah ku gimana. Muka cewenya serem semua”

“salah sendiri jauh dariku, kan kamu yang milih disana. Ya nikmati saja, Faa haha”

“Laaang!!”

Suaraku tertahan, ingin teriak tapi takut ketauan. Kesal. Aku mulai berjalan pelan. Melewati koridor yang sudah sepi. Jelas. Tidak ada orang disini. Murid sekolah ku paling suka bel pulang berdentang. Bahkan sebelum dibunyikan, mereka sudah berlari ke gerbang. Maklum, sekolah teknik agak lupa sama aturan belajar.

“Faa, kalau dia suka padamu. Tentu itu bukan masalah besar baginya”

“eh? Begitu ya?”

“Kalau pun satu sekolah tau, biar saja. Kan semesta yang atur jalan ceritanya”

“soal pacarnya, gimana?”

“soal itu aku tidak tau, coba bicarakan baik-baik padanya”

“tapi, aku bingung mau bilang apa”

“bilang saja soal perasaan mu, soal dia memperlakukan mu”

“eh!?”

“mungkin kedengarannya aneh, tapi ya maaf, dia emang sedikit brengsek faa”

“Laaang?!!!”

“Faa, kalau dia benar tau cara mencintai perempuan, dia akan selesaikan urusan perasaan sebelumnya”

“tapi, sepertinya disini aku yang salah”

“hm, sebenarnya kalian berdua salah”

“eh?!”

Sebetulnya aku sadar benar yang dikatakannya banyak menyita semua fakta. Kaki ku terus melangkah. Pulang. Menyusuri kotak demi kotak keramik lantai yang ku pijak. Menoleh kanan kiri memastikan aku pulang sendirian. Berkaca pada jendela jendela kelas yang ku lewati.

Sesekali menendang kerikil. Sesekali mencabut daun daun pohon jambu dekat bengkel jurusan mesin.

Benar-benar tidak ada orang. Parkiran belakang sudah sepi. Meski masih ada satu dua motor yang terparkir di ujung post. Mungkin itu punya orang yang bakal pulang sore sekali hari ini.
Tapi sejauh aku menoleh dan menggerakkan tulang leher ku untuk melihat sekitar, aku belum berhasil menangkap satu makhluk bernafas lainnya, selain pantulan tubuh kecil ku sendiri di kaca besar milik bengkel jurusan mobil.

Aku. Sendirian?



TIDAK!






SEPERTINYA, AKU TIDAK SENDIRIAN!!

.









































“Faa, kamu suka sama anak komputer ya?”

-

Assalamualaikum readers!!!!! 😷
Selamat datang di cerita yang sebenarnya ngga ada apa-apanya. 
Tapi, terimakasih sudah mau membaca. 
Maaf jika terdapat banyak Typo yang ngga disengaja. 🙏🏼
Teman yang mau komen tapi ngga bisa, berarti harus masuk lewat akun Google nya dulu ya. 
Atau bisa langsung komen pribadi ke E-mail aku di :
 ayutikafnt@gmail.com 
atau bisa juga di 
fakhirant2@gmail.com 

Twitter : @kopiangkasa 
Instagram : @ayu.fnt

Semoga suka. Terimakasih ❤️


Komentar