Postingan

terbang ke saturnus : menuju masa itu.

Hampir dua tahun sudah kisah itu tidak lagi pernah ku bahas. tidak ada yang berani membaca cerita tentang mu seolah mereka sudah tau akhirnya. ya, ending dimana semesta tidak suka melihat kita tertawa bersama atau bahkan berjalan pada sisi jalan yang sama. jarak jauh yang sempat kau tempuh saat itu tidak meluluhkan hati tuhan sama sekali. perpisahan yang tidak bisa dirayakan karena perasaan yang kau punya sudah terlanjur kau tinggalkan. enggan kau bawa. menurutmu akan lebih aman begitu supaya semesta mu yang baru adalah harus bahagia tanpa aku.  aku tidak banyak mengerti bandara saat itu. ketika kau bilang " pesawatnya jam sebelas, faa " maka tidak lagi bisa ku hentikan pilihanmu untuk terbang sejauh itu. tidak adil rasanya, aku mencari tiga jam sebelum ke berangkatanmu disana, bertanya sana sini berusaha menemukanmu. barang untuk sekedar mengucap terimakasih pun, semesta lagi-lagi melarangnya. entah sedang berdiri di pojok bagian mana kamu, atau dimana kamu duduk dan menungg...

meja nomor dua puluh dua.

  . Lelaki tinggi itu mengambil pesanannya. Satu cup ice choco mint ukuran medium. Lalu kemudian, ia pergi melalui pintu kaca yang meninggalkan suara lonceng setelah terbuka. ada banyak sekali pilihan menu yang tersedia. mengapa harus rasa coklat yang aneh itu? aku bertanya karena sudah melihat lelaki itu hampir tiap hari kesini untuk membeli menu yang sama. terakhir dia kesini adalah hari rabu lalu, dan hari ini adalah hari jumat. Choco mint memang tidak sepopuler menu lainnya. tapi beberapa pelangganku sesekali memesan hanya untuk mencoba rasanya. bahkan aku sendiri saja tidak tertarik dengan rasa itu. coklat? uh apa enaknya? ditambah mint pula, pertama kali aku mencobanya langsung tidak suka. yang ku ingat, rasanya seperti mengunyah pasta gigi lalu menelannya terpaksa karena sulit di cerna di dalam mulut. itu karena separuh dari isinya adalah ice cream gel rasa mint yang semakin benar-benar membuatnya seperti menelan odol. di hari berikutnya, aku melihat lelaki yang sama dengan ...

terbang ke saturnus : secarik kertas masa lalu.

23.10.2017 tidak ada yang baik-baik saja setelah ditinggal tidak ada.  dan tidak akan pernah. bila deretan amplop berperangko coklat itu tidak kunjung dikirim, manusia di sudut dunia sana tidak tau seberapa berat aku sudah menahan rindu untuknya. ada banyak tanya ketika ia pamit untuk pergi. namun tanya itu hingga kini tak menemui jawabannya yang pasti "jauh nan, teramat sangat jauh" dimensi keyakinan yang tidak bisa disatukan dengan Aamin yang sama, memaksa memberi janji akan segera kembali. hati mana yang percaya? tidak ada. ... faa, bila kau temukan itu. maka, berbahagialah. sebab itu adalah salah satu dari pesan rinduku untukmu. selamat menempuh hidup serumu tanpa aku. selamat berkelana pada jalan cerita semesta. selamat menjadi dewasa karena cepat atau lambat kau harus paham betapa kurang ajarnya dunia pada manusia menyedihkan sepertiku. jangan menangis. tidak ada yang suka air mata kekecewaan itu. tidak satu orangpun termasuk aku.  kelak, bila kau sudah lelah memohon pa...

terbang ke saturnus : yang tidak sesuai.

Gambar
satu. tumben. menginterogasi seperti tidak puas dengan omongan ku. biasanya, tidak butuh jawaban kedua ketiga dan seterusnya. dia akan percaya, karena memang begitu seharusnya. tapi kali ini...   Fal, apa semua omongan ku setidak meyakinkan itu? apa semua cerita ku penuh dengan kebohongan bagimu? apa semua tentang ku hanya dusta saja dihadapan mu? Apa sekarang sudah seburuk itu aku dimata mu? “tidak faa, aku hanya tidak ingin membenci mu. bahkan untuk pikiran ku sendiri” .  dua. izin memilih bahagia.  Ara. Nama perempuan itu. Kulitnya putih. dia tinggi, pintar, dan yang pasti dia cantik. akun sosial medianya terlihat baik, seperti cewe famous yang selalu jadi the most wanted at school. Ya begitulah kira-kira.  “gw sama dia emang ga pacaran. tapi kalo ditanya gw milih siapa diantara kalian berdua, jawabannya pasti dia, faa. untuk saat ini, gw milih dia aja. meski perasaan yg gw punya belum beralih sedikitpun, tapi gw coba buat percaya sama semesta. gw ...

terbang ke saturnus : bioskop sabtu malam.

“teh botolnya?”  “hm?” “teh botolnya yang botol atau yang kotak saja?” Dia mengulang pertanyaan itu untuk yang kedua kalinya. saya ingin menahan tawa, tapi... “yang kotak saja ya, nanti botolnya hilang” ucapnya sambil tersenyum. kemudian berjalan mendahului menuju kasir. “mau apalagi, faa?” Saya menggeleng. “enggak. itu saja” Kemudian, plastik putih yang tidak terlalu besar itu dibawanya keluar.  “mau duduk dimana?”  “terserah”  “oke”  Dia mencubit baju bagian lengan kanan saya. Ya. baju bagian lengan. seketika saya terkejut. ngapain?  “ayo nyebrang, tar ketinggalan kek tadi”  lagi lagi saya menahan tawa. akhirnya saya cuma bisa menggeleng. dia lucu juga ternyata.  “nggak. gini aja” Saya mencubit sedikit bajunya bagian belakang. punggungnya yang tegap itu seketika dingin.  Ah dia pasti deg degan :v Dia sempat menatap saya lekat lekat sebelum kaki besarnya mulai melangkah. “disini saja?”  Saya mengangguk.  “kalau mau duduk, lihat lih...

terbang ke saturnus : sengaja disembunyikan.

Gambar
It hurts to explain so I keep it inside.

terbang ke saturnus : pesawat lepas landas

Sejauh yang pernah saya bagikan cerita saya padanya, tidak pernah sekalipun dia tau mengapa saya sebut orang aneh itu dengan nama sebuah planet. Ya kan, masing masing dari kita selalu ingin punya nama yang baik. baik didengar, baik diucap. baik pula maknanya. semua ingin menjadi baik untuk orang orang terbaiknya.  Pernah sekali, di sebuah sambungan telepon seperti biasanya, dia melayang kan pertanyaan itu pada saya.  “faa, kenapa namanya Mars?”  iya. kenapa namanya aneh. kenapa? sebab, manusia itu memang orang yang aneh.   Waktu itu, sudah pukul sebelas. pintu gerbang kost sudah di kunci sejak lima belas menit yang lalu. Tapi saya masih sedang bersantai menghabiskan menu makan malam di teras atas.  “aku tidak bisa baca pikirannya, aku tidak tau jalan ceritanya apa kalau sudah sama dia”  Dia memang orang yang tidak pernah bisa saya pahami maksud dan tujuannya. orang yang rencana hidupnya tidak bisa saya mengerti. seperti manusia yang benar-benar punya dunian...