Postingan

terbang ke saturnus : yang tidak sesuai.

Gambar
satu. tumben. menginterogasi seperti tidak puas dengan omongan ku. biasanya, tidak butuh jawaban kedua ketiga dan seterusnya. dia akan percaya, karena memang begitu seharusnya. tapi kali ini...   Fal, apa semua omongan ku setidak meyakinkan itu? apa semua cerita ku penuh dengan kebohongan bagimu? apa semua tentang ku hanya dusta saja dihadapan mu? Apa sekarang sudah seburuk itu aku dimata mu? “tidak faa, aku hanya tidak ingin membenci mu. bahkan untuk pikiran ku sendiri” .  dua. izin memilih bahagia.  Ara. Nama perempuan itu. Kulitnya putih. dia tinggi, pintar, dan yang pasti dia cantik. akun sosial medianya terlihat baik, seperti cewe famous yang selalu jadi the most wanted at school. Ya begitulah kira-kira.  “gw sama dia emang ga pacaran. tapi kalo ditanya gw milih siapa diantara kalian berdua, jawabannya pasti dia, faa. untuk saat ini, gw milih dia aja. meski perasaan yg gw punya belum beralih sedikitpun, tapi gw coba buat percaya sama semesta. gw ...

terbang ke saturnus : bioskop sabtu malam.

“teh botolnya?”  “hm?” “teh botolnya yang botol atau yang kotak saja?” Dia mengulang pertanyaan itu untuk yang kedua kalinya. saya ingin menahan tawa, tapi... “yang kotak saja ya, nanti botolnya hilang” ucapnya sambil tersenyum. kemudian berjalan mendahului menuju kasir. “mau apalagi, faa?” Saya menggeleng. “enggak. itu saja” Kemudian, plastik putih yang tidak terlalu besar itu dibawanya keluar.  “mau duduk dimana?”  “terserah”  “oke”  Dia mencubit baju bagian lengan kanan saya. Ya. baju bagian lengan. seketika saya terkejut. ngapain?  “ayo nyebrang, tar ketinggalan kek tadi”  lagi lagi saya menahan tawa. akhirnya saya cuma bisa menggeleng. dia lucu juga ternyata.  “nggak. gini aja” Saya mencubit sedikit bajunya bagian belakang. punggungnya yang tegap itu seketika dingin.  Ah dia pasti deg degan :v Dia sempat menatap saya lekat lekat sebelum kaki besarnya mulai melangkah. “disini saja?”  Saya mengangguk.  “kalau mau duduk, lihat lih...

terbang ke saturnus : sengaja disembunyikan.

Gambar
It hurts to explain so I keep it inside.

terbang ke saturnus : pesawat lepas landas

Sejauh yang pernah saya bagikan cerita saya padanya, tidak pernah sekalipun dia tau mengapa saya sebut orang aneh itu dengan nama sebuah planet. Ya kan, masing masing dari kita selalu ingin punya nama yang baik. baik didengar, baik diucap. baik pula maknanya. semua ingin menjadi baik untuk orang orang terbaiknya.  Pernah sekali, di sebuah sambungan telepon seperti biasanya, dia melayang kan pertanyaan itu pada saya.  “faa, kenapa namanya Mars?”  iya. kenapa namanya aneh. kenapa? sebab, manusia itu memang orang yang aneh.   Waktu itu, sudah pukul sebelas. pintu gerbang kost sudah di kunci sejak lima belas menit yang lalu. Tapi saya masih sedang bersantai menghabiskan menu makan malam di teras atas.  “aku tidak bisa baca pikirannya, aku tidak tau jalan ceritanya apa kalau sudah sama dia”  Dia memang orang yang tidak pernah bisa saya pahami maksud dan tujuannya. orang yang rencana hidupnya tidak bisa saya mengerti. seperti manusia yang benar-benar punya dunian...

terbang ke saturnus : rencana sejak april

Saya meninggalkan nya dengan cerita menggantung di udara dan segenap pertanyaan yang cuma bisa muter muter dikepala. Saya pernah begitu menyesal telah memilih jalan untuk berakhir dengan berpisah arah darinya. Ya. waktu ngga bisa balik lagi. semua itu sudah terjadi, dan sekarang kami—Saya dan manusia yang ingin menjadi planet saturnus itu hanyalah dua orang asing yang tak lagi bisa berada diantara kata saling. pada malam setelah gerimis di pertengahan bulan desember, musim hujan yang dingin. penghujung tahun penuh harapan, semesta mempertemukan saya dengannya. arah angin dengan keseriusan nya berhasil membawanya bertemu dengan saya.  Dia datang entah dari mana, membawa kabar yang ngga baik buat pikiran saya setelahnya.  hampir setahun semesta menyembunyikan kabarnya dari saya. dimana ia, bagaimana harinya, sesibuk apa tugasnya, saya tidak pernah diberi tahu. tapi, malam itu dia datang dengan sendirinya. menyusuri kota kecil tempat saya berada. sejauh itu jalan yang ia tempuh h...

terbang ke saturnus : dia tambah tua

Sekitar sebulan yang lalu, dia berulang tahun. Ya, tepat tanggal enam bulan lalu. Dia marayakan ulang tahunnya tanpa saya. Sama seperti tahun sebelumnya. Dia melewati semuanya tanpa saya. Dia terbiasa begitu. Karena mau atau tidak, setuju atau tidak setuju, dengan atau tanpa saya, waktu akan terus berjalan dan memang akan selalu begitu.  Saya ingat, tahun lalu kami masih baik-baik saja dengan semua kekonyolan dan omong kosong yang kami punya di setiap obrolan telepon. Beberapa minggu sebelum ia berulang tahun, dia sempat bilang bahwa saat itu tidak ada yang lebih ia inginkan dari sekedar ucapan dan doa selamat dari saya. Menurutnya begitu saja cukup.  Aih, tapi semesta bahkan tidak membuat harapan sederhana itu menjadi nyata. Sebab sebelum semua hari di lalui bahkan mendekati hari jadi kelahirannya itu, hubungan pertemanan kami sudah kandas bahkan tanpa kalimat perpisahan yang baik untuk di kenang.  Perpisahan yang ga bisa dibawa santai. Karena menurut saya, hari itu masi...

terbang ke saturnus : jurus tanya tanya

Lampu jalan di ujung lorong sudah redup. Berkali-kali mati kemudian hidup lagi dengan sendirinya. Dua tiga kali cahayanya mendadak terang sekali. Tapi setelah itu, kembali menggelap. Orang yang sudah biasa lewat mungkin tidak asing dengan lampu penerang jalan yang nyawanya nyaris tidak ada ini. Tapi buat sebagian orang yang jarang lewat jalan ini, mungkin agak sedikit menyeramkan. “masih jauh?” Suaranya mengalihkan ketakutan saya. Telepon itu sengaja saya sambungkan agar tidak begitu merasa sedang sendirian. “bentar lagi nyampe” Saya baru pulang sekolah. Ini adalah pertama kalinya pulang sekolah lewat jam tujuh malam sendirian. Jalan kaki pula. Semuanya berawal dari perkara kunci toilet di labor jurusan. Toilet itu harus selalu di kunci setiap selesai digunakan. Saya di tunjuk sebagai pemegang kunci. Harusnya, tanggung jawab kunci itu di pegang bersama. Tapi sekelas dengan manusia manusia egois nyatanya tidak memberi kesempatan baik untuk bekerja sama. Saya mencari kesana kemar...