terbang ke saturnus : in another life

                                                                       now playing : katy perry - the one that got away (slow ver)

 


...
But then we make moves and we make plansHad the whole thing mapped outSee, you were gonna go to collegeAnd to pay for bills I'd figure the job outAnd you knew I had to say it, but them day's goneNow I moved on and you switched phonesHopefully reincarnation will bring us back to the place we belong
 
Summer after high school when we first metWe make out in your Mustang to RadioheadAnd on my 18th birthday we got matching tattoosUsed to steal your parents' liquor and climb to the roofTalk about our future like we had a clueNever planned that one day, I'd be losing you
 
In another lifeI would be your girlWe keep all our promisesBe us against the world
 
In another lifeI would make you staySo I don't have to sayYou were the one that got awayThe one that got away

 

.

 

Dari kecil, kita selalu setuju bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. apapun kepercayaannya, akan selalu ada peran hati dan pikiran di setiap langkah dan keputusan. reinkarnasi, kehidupan sebelum dan sesudahnya, bagaimana sejarah manusia ada, dan bagaimana semesta bekerja selalu digambarkan sebagai hal-hal yang luar biasa terjadi tanpa campur tangan alias kuasa manusia itu sendiri. 

di suatu malam yang dingin, bila saja negara ini punya empat musim maka akan jauh lebih indah bila hari itu digambarkan dengan hari yang penuh dengan salju. pakaian tebal dan penghangat ruangan, serta mie rebus lengkap dengan telor ceplok setengah mateng, mungkin benar bahwa hidup adalah bagian dari cerita semesta yang ditulis secara sempurna yang tidak disengaja.

sayangnya, hari itu hanyalah hari biasa yang dihabiskan dengan lelah dan sambat sepanjang senja. maghrib dan isya dipakai untuk menyiapkan amunisi dan peralatan perang besar dikepala. beberapa dari kita menyebutnya dengan overthingking.

malam yang biasa saja itu kini kembali, dimana bahan pembicaraan yang dulu pernah berada diantara kita yang saling, justru menjauh berpisah dan berada diantara kita yang kini sudah asing.

"abis itu yang cewe reinkarnasi, tapi setelah hampir 39 tahun kalo ga salah"

"goblin-nya beneran nepatin janjinya berarti,ya?"

"iyaa"

kisah kedua yang kembali kita selesaikan bersama, setelah sebelumnya ethernal monarc meninggalkan kesan ending beserta debat beda pendapat yang tidak pernah menemukan titik terang atas jawaban dari pertanyaan yang pernah sempat menyibukkan isi kepala masing-masing dari kita.

"faa, jika dapat kesempatan untuk terlahir kembali, kamu ingin jadi apa?"

"aku akan memilih untuk tidak lahir"

"kenapa?"

"tuhan bertanya tujuh puluh tujuh kali untuk memastikannya, bukankah cukup dijadikan sebagai alasan bahwa sebenarnya tuhan saja ragu kamu bisa hidup dengan baik atau tidak"

"..."

kamu diam meninggalkan hening diantara dua ruangan yang terhubung melalui sebuah jaringan telepon. malam yang dingin, kini lengkap dengan sunyi.

benar begitu bukan?

semesta memang bertanya padamu berkali-kali lipat dari jumlah rukun iman mu. lantas bagaimana bisa kamu meminta untuk terlahir kembali dengan pertanyaan yang sama?

"kamu mau terlahir jadi apa memangnya?"

"aku ingin menjadi aku lagi di kehidupan ku berikutnya, hehe"

"menyedihkan"

"setidaknya, begitulah caraku untuk tetap bisa kembali mengenalmu"

harusnya, malam itu kujawab saja pertanyaan mu. aku ingin menjadi siput yang tidak akan pernah kehilangan rumahnya, atau aku ingin jadi koala saja yang hidupnya hanya untuk tidur, makan, dan sedikitnya untuk cinta. atau bisa saja aku memilih hanya untuk menjadi gumpalan awan di langit, menyenagkan saat cerah, boleh menangis jika mulai mendung.

"kamu tetap bisa mengenalku, tanpa harus jadi kamu lagi"

"benar juga, tapi faa..."

jika tuhan memberimu kesempatan terlahir kembali sebanyak empat kali, dan di setiap kesempatan kamu hanya ingin jadi dirimu lagi, maka lebih baik tuhan tidak menciptakanmu dari awal. kesalahan dan perpisahan yang sama tidak bisa terjadi terus menerus.

"pernah baca buku atau nonton film yang sama lebih dari dua kali?"

"pernah faa, pernah. kamu tau sendiri film kesukaan ku,kan"

"begitulah semesta bekerja"

"maksudnya?" 

"kamu seperti membaca sebuah buku berkali-kali, sudah tau endingnya masih saja memilih untuk menjalaninya"

manusia memang suka keras kepala. meski yang sebagian lainnya percaya bahwa semesta yang kadang menampar terlalu kuat, tapi sebagian yang lain lebih memilih untuk sadar diri dan tidak pernah memaksa yang sudah terencana.

kamu yang mengaku akan memilih untuk terlahir jadi dirimu kembali, nyatanya hanyalah seonggok daging yang diberi nyawa lalu lupa akan ucapan dengan sendirinya. tidak ada hati yang memilih untuk terluka sebelum dapat menemukan obatnya. sebab semesta hobi bercanda, semesta suka membuat semuanya tanpak seperti tidak sengaja padahal nyatanya itu adalah jebakan agar manusia kembali untuk ingat pada-Nya.

"tapi faa..."

"apa?"

"tapi, kalau aku tidak jadi aku lagi di kehidupanku selanjutnya, atau seperti yang kamu bilang saja, aku bisa tetap mengenalmu tanpa harus jadi aku lagi, itu artinya..."

"artinya apa?"

"artinya, kamu ingin aku untuk membaca buku yang berbeda, dengan tokoh yang pastinya juga beda. padaha sejak awal, niatku ingin jadi orang yang sama pada cerita yang sama. hanya itu"

"maka semesta tidak akan merubah endingnya"

"tidak apa, faa. benar-benar tidak mengapa" 

bagaimana bisa seseorang yang memilih untuk punya luka yang sama itu, kemudian dengan sangat tidak tau dirinya berhasil sembuh dengan obat yang kamu anggap sebagai cara untuk melupakan ku. semesta bungkam ketika ego keduanya mulai menciptakan jarak yang menjauhkan perasaan masing-masing. bahkan teramat sangat jauh.

"menyedihkan"

"..."

"padahal bila semesta mengizinkan kamu untuk bertemu padaku meski buku yang kamu baca sudah berbeda, bukan berarti kamu tidak akan punya ending yang bahagia"

malam yang dingin itu kembali berakhir seperti malam-malam sebelumnya. semesta mengizinkan kamu menyembuhkan luka itu sendiri tanpaku. bahkan semesta membuatnya terlihat sangat mudah seolah sejak awal, dari dulu, seperti kamu hanya mengecoh untuk kembali membuka halaman yang pernah kamu baca kini beralih pada cerita baru pilihan semesta yang berhasil membuatmu lupa. tapi kalimat terakhirmu justru pemicu luka itu sendiri, menganga lebih lebar, menusuk lebih dalam, mengoyak hingga berdarah, dan membiarkannya begitu saja tanpa peduli sekeras dan sesakit apa aku mengobatinya.

 

 

"tidak jauh lebih baik jika aku bahagia, tapi tanpamu didalamnya"

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dan seperti yang sudah diajarkan oleh orangtua kita dari dulu, memang akan selalu lebih baik jika membaca banyak buku, hanya tidak dipastikan lebih baik karena punya banyak kehidupan.

 

 

 

 

dia hanya sedang tidak sadar sudah membahas sejauh apa tentang hidupnya, dia lupa akan doa agar hidup yang lama dan umur yang panjang. tertawa di usia tua bersama kenangan masa lalunya, dia mungkin akan menyesal nanti pernah menginginkan untuk terlahir sebagai dirinya lagi. tapi tidak dengan saya, sebab jawaban dari awal cerita masa itu tidak akan pernah berubah. sebagaimana sesaat setelah dia mengajukan pertanyaan soal kelahiran, begitu juga bila semesta memberiku kesempatan dengan pertanyaan yang sama, aku mungkin akan benar-benar memilih untuk tidak terlahir kembali.




karena, yakin dan percaya bahwa diluar sana banyak dari mereka yang tidak dapat menyembuhkan luka secepat seperti yang kamu bisa.



Komentar

Posting Komentar

hai, kamu tetap bisa komentar tanpa harus punya akun loh. ayo tinggalkan jejak dengan mengirim pesan sebagai anonim sekarang!!