terbang ke saturnus : pesawat lepas landas
Sejauh yang pernah saya bagikan cerita saya padanya, tidak pernah sekalipun dia tau mengapa saya sebut orang aneh itu dengan nama sebuah planet. Ya kan, masing masing dari kita selalu ingin punya nama yang baik. baik didengar, baik diucap. baik pula maknanya. semua ingin menjadi baik untuk orang orang terbaiknya.
Pernah sekali, di sebuah sambungan telepon seperti biasanya, dia melayang kan pertanyaan itu pada saya.
“faa, kenapa namanya Mars?”
iya. kenapa namanya aneh. kenapa?
sebab, manusia itu memang orang yang aneh.
Waktu itu, sudah pukul sebelas. pintu gerbang kost sudah di kunci sejak lima belas menit yang lalu. Tapi saya masih sedang bersantai menghabiskan menu makan malam di teras atas.
“aku tidak bisa baca pikirannya, aku tidak tau jalan ceritanya apa kalau sudah sama dia”
Dia memang orang yang tidak pernah bisa saya pahami maksud dan tujuannya. orang yang rencana hidupnya tidak bisa saya mengerti. seperti manusia yang benar-benar punya dunianya sendiri.
“kalau dia Mars, boleh aku jadi saturnus?”
“hm?”
Malam pekat kala itu menjadi saksi, bahwa dia meminta agar saya menjadikannya rumah. padahal sudah pernah saya katakan bahwa rumah bukan lagi tempat untuk pulang, maka yang saya cari adalah persinggahan yang bersedia menyediakan kenyamanan dan kebahagiaan.
“iya, saturnus”
bintang bintang tertawa. langit gelap tak hirau dengan omongannya. ya mungkin semesta juga mengira ia sedang bercanda.
”Mars menjengkelkan faa, panas, gerah, dan pasti akan membuat mu menyerah” katanya yakin.
“saturnus terlalu jauh, fal”
Dia diam.
menyusun kalimat berikutnya.
“ya, jarak memang sulit ditempuh, tapi..”
“tapi apa?”
Dia menarik nafasnya. memberikan jawaban terbaiknya. saya mendengarkan. betapa yakin nya dia bahwa kesempatan itu pasti ada.
“tapi, kalau kamu percaya, semua akan mudah ketika semesta baik sama kita”
Nah, masalahnya semesta baik, tapi belum untuk saat ini.
“kenapa harus saturnus?”
jawabannya masih saya ingat benar malam itu. suaranya saat bicara masih terekam jelas di kepala. Sudah dibilang. semesta baik. tapi tidak untuk saat ini.
“cuma saturnus planet yang punya cincin, faa”
Saya tidak menjawab. saya mendengarkan sambil menimbang omongannya.
“saturnus punya cincin yang jadi pengikat janjinya. cincin itu tidak menempel, tapi ia disana sejak awal, dan akan terus begitu hingga akhir. cincin itu selalu ada, meski sering dianggap ga berguna, tapi semua orang tau, cincin itu akan tetap disana bahkan saat orang orang ngira itu cuma hal yang sia-sia. cincin itu tetap disana, melingkar untuk tetap berada didekatnya. selalu ada dan ga pernah kemana-mana.”
“Fal...”
“berhenti singgah di Mars. ayo terbang ke saturnus”
“Fal...”
“saturnus ga kalah istimewa kok dari planet merah itu”
“iya, kita berangkat sekarang”
Semesta menerimanya.
Ya. semesta menerimanya menjadi sebuah tempat singgah selanjutnya. sebagai tempat berteduh berikutnya.
Dia menjadi saturnus untuk kelengkapan kisah singkat itu ujungnya.
“semoga saturnus bisa bikin kamu senang, faa. aku usahakan itu”
♡♡
BalasHapusjadi ingat kata2 mars gk si, yg dia bilang 'tunggu aku jadi satu2nya org yg bs menyenangkanmu" yakan,doh itu epsd brp yakk whaha
BalasHapuswkwk iyaakk, eps sepuluh ato tujuh guys letsgo di cek
Hapuskeren
BalasHapus