d u a b e l a s
Siapa bilang dua minggu itu sebentar? Jika satu-satunya hal yang kau lakukan adalah menunggu dan menunggu. Maka empat belas hari liburan mu tidak akan bermakna apa-apa. Aku ingin sekali mempercepat waktu. Menyingkat semua hari dan berakhir pada titik dimana saat itu adalah waktunya kita untuk bertemu. Meskipun aku masih suka takut saat berjumpa denganmu, aih padahal hanya di lorong koridor sekolah. Nggak apa-apa. Demi melihat plototan matamu yang jago banget bikin aku kikuk seketika.
”kapan pulang Faa?”
“liburan belum berakhir”
“kenapa lama?”
“karena nggak bisa sebentar”
“kamu gak mau ketemu sama aku?”
“buat apa ketemu?”
“.....”
“kan diem”
“....”
“itu alasan kenapa aku gak mau ketemu. Kamu gak mau bicara. Jadi ya percuma aja”
“tapi Faa...”
“apa?”
“kita bisa saling diem”
“terus?”
“curi pandang sampe akhirnya ketauan”
Memangnya ada ya pertemuan semacam itu? Katanya pertemuan melepas rindu. Tapi kok malah saling diam? Aku gak bisa bilang kalau aku heran sama kamu. Karena dari awal kamu emang udah jago bikin aku heran. Kamu selalu punya jawaban yang bahkan terlintas di otakku saja tidak. Kadang, aku harus memutar imajinasi agar sedikit saja aku bisa membalas ucapan mu. Karena rasanya tidak adil saja kok cuma kamu yang terus terusan punya kalimat luar biasa diluar nalar seorang manusia. Eh aku berlebihan. Tapi, jujur ya. Aku belum pernah mengenal manusia seaneh kamu.
Tiba-tiba kenal, tiba-tiba nyaman. Tiba-tiba takut akan kehilangan. Tiba-tiba saja ceritanya seolah cuma soal kamu. Semua serba tiba-tiba.
“kamu gak nyuru aku liat langit lagi hari ini?”
“kalau kamu ngerti, aku gak harus nyuru kamu liat langit terus tiap hari”
“aku udah liat langit dari awal aku dengar suara kamu”
“iya aku tau”
“kenapa bisa tau?”
“....”
“kenapa diem?”
“kenapa kamu suka nanya kenapa?”
“karena aku mau tau alasannya”
“kalau aku ga punya alasan apapun, gimana?”
“harus punya”
“biar apa?”
“biar aku yakin”
“kalau aku masih juga ga punya alasan, apa kamu akan tetap ngga yakin?”
Seharusnya jawaban dari pertanyaan itu adalah enggak tau.
Tapi, aku juga gak punya alasan untuk bilang enggak tau.
Karena ga semua hal harus ada alasannya. Karena engga semua pertanyaan harus ada jawabannya sekarang. Sesepele apapun itu. Sesederhana apapun soalnya. Termasuk pertanyaan, kenapa masih aja aku terima kamu meski aku tau kamu sudah punya dia. Kenapa masih saja tetap kuterima kamu jadi salah satu pemain di cerita ku meski aku sudah tau kamu adalah pemain utama di cerita yang berbeda. Kenapa masih saja aku percaya soal aku mengagumi mu yang sudah jelas adalah manusia tempat bahagia perempuan lainnya. Kenapa masih saja ku balas semua pesan mu dengan bangga padahal aku sadar aku seharusnya tidak melakukannya. Kenapa masih saja nama mu sebagai Mars paling atas di beranda watsap ku yang sebaiknya tidak ku lakukan itu. Kenapa masih saja ku tatap langit untuk menyambut rindu mu padahal itu hanya bayang bayang semu. Kenapa masih dengan begitu percaya dirinya ku pastikan bahwa aku menyukaimu padahal sudah jelas status mu itu bukan lagi manusia yang butuh aku. Kenapa masih ku angkat panggilan telepon dari orang seperti mu yang saat itu aku sadar betul seharusnya bukan aku yang menerima nya. Kenapa masih saja kabar darimu menjadi hal pertama yang ku nantikan padahal seharusnya itu bukanlah hal yang perlu aku lakukan. Kenapa aku masih saja tidak bisa terima kenyataan bahwa kamu adalah orang yang sama membahagiakan nya tapi di hati perempuan yang lebih pantas mendapatkannya. Dan akan masih banyak lagi pertanyaan kenapa kenapa lainnya yang harus banget aku jawab tapi pilihan yang aku ambil adalah meninggalkannya.
Apa dari segitu banyak pertanyaan kenapa aku masih harus bertahan tanpa alasan?
Enggak Mars. Karena lagi lagi. Aku gak pernah punya alasan untuk bilang enggak ke kamu.
Karena rasanya, mengenal mu memang enggak butuh alasan lagi.
Karena... Aku tiba-tiba mengenal mu.
Lalu, dengan tidak sengaja aku tiba-tiba menyukaimu.
Berusaha untuk tiba-tiba melupakanmu.
Tapi ternyata tidak bisa.
Karena yang tiba-tiba itu, cuma urusan semesta.
hm
BalasHapusmiss the moment gaksieeee
BalasHapus