t u j u h

“selamat ulang tahun faa”

“Mars...”

Aku tidak tau sudah semerah apa pipiku sekarang. Untung saja kamu tidak lihat. Bersemu malu sendiri mendengar perkataan mu. Telpon ini sudah menyambung sejak beberapa menit yang lalu. Tapi suaramu lagi lagi menjadi deretan pertama frekuensi paling jago membuat jantung ku tidak bisa diam ditempat. Hampir copot. 

“selamat ulang tahun ya, yang rajin ibadahnya. Kalau dirumah nggak ada lauk, goreng telur, beli di warung depan rumah, kalo nggada ya berarti masak nasi goreng aja”

“Mars, bicara mu sudah seperti ibu ku..” 

“jangan suka lari pas lagi diliatin di sekolah”

“iya Mars, iya. Terima kasih ya”

“Tidur ya Faa, sudah larut malam”

“hm..”

Sambungan telepon itu terputus. Tanggal sudah berganti. 

20 desember 2018

Aku berumur 16 tahun. Dan aku bahagia mengenalmu. Suaramu sudah ku dengar satu jam lebih beberapa menit. Diakhiri dengan pesan dan doa ulang tahun. Terima kasih, tuan. Kamu luar biasa. 

Beberapa waktu lalu, aku sempat mendownload game online hanya karna ingin mabar bersama mu. Hago namanya. Permainan serba ada berwarna kuning itu berhasil membuat aku lagi lagi tidak bisa seharian tanpa kabar darimu.

Kamu ingat? Sore itu kamu mengirim screenshoot profil mu. Aku yang sebenarnya tidak tau sama sekali soal permainan itu langsung kalang kabut minta penjelasan singkat dari teman ku untuk segera diajarkan. Dan benar, kamu menjadi alasan pertama, utama dan satu-satunya aku untuk online di aplikasi kuning itu. Ya ampun, tuan. Main hingga tengah malam. Tidak ingat waktu sampai akhirnya aku dapat medali 'gamer kalong' karena mu. Satu-persatu, cerita hidupku hanya soal kamu. Bahkan mungkin saja, ponsel ku sekarang sudah sangat banyak riwayat tentang mu.

Malam itu, setelah kau putuskan sambungan telepon dengan kalimat terakhir menyuruh ku untuk segera tidur, aku tidak benar-benar melakukan nya. Yang benar saja, memangnya aku bisa tenang setelah begitu bahagianya mendapatkan ucapan selamat ulang tahun darimu? Tidak. Rasanya, sudah tidak lagi ku perlukan orang lain untuk mengingat hari ulang tahun ku. Tidak lagu ku butuhkan ucapan selamat dari teman teman ku. Karena aku sudah punya kamu.

“selamat ulang tahun ya Faa sekali lagi, doanya kan udah tadi malam”

Ku baca baik-baik kalimat itu. Pagi ku luar biasa tuan, kamu yang membuat nya begitu. Satu pesan belum dibaca dari nama kontak paling atas yang kini sudah berani ku sematkan. Darimu. Betapa bahagianya aku hari itu. Ku screenshoot saja. Ku crop bagian atasnya hingga hanya terlihat pesan mu yang satu itu. Dengan bangga ku buat ia menjadi status watsap pertama ku. Kalimat sederhana yang seketika merubah segalanya. Duniaku seolah isinya cuma kamu. Ah lebay. Tapi ya mau bagaimana lagi? 

Kamu curang, membawa lari pikiran ku tiba-tiba dan tidak mau mengembalikan nya. 

Komentar

Posting Komentar

hai, kamu tetap bisa komentar tanpa harus punya akun loh. ayo tinggalkan jejak dengan mengirim pesan sebagai anonim sekarang!!