e m p a t
Suaramu mengagumkan. Bahkan lebih mengagumkan dari deretan lagu yang ku susun jadi playlist kesukaan ku. Sekarang jangan salahkan aku jika suaramu justru menempati urutan pertama sebagai frekuensi favorit ku. “kenapa tadi di sekolah saat ku panggil tidak nyaut, Faa?” Baru tiga menit yang lalu pembicaraan online ini dimulai, dan sejak itulah detak jantungku tidak pernah bisa aku atur baik-baik seperti biasa. Kamu penyebabnya. Jahat sekali sudah membuat aku kacau sendirian. Ini sambungan telepon ke sekian kalinya dalam dua minggu terakhir. Aku tidak punya alasan untuk menolak mendengar suara lembut milikmu. Padahal kenyataannya, tiga huruf di info kontak mu itu masih saja tetap menamparku dengan keras. “Hei? Masih disana?” Suaramu kembali terdengar dari seberang telepon. Aku kalang kabut mendadak panik. Memang ya, jika sudah soal kamu jantung ku tidak pernah baik-baik saja. “memangnya, ketemu dimana?” Hari ini hari rabu. Ada banyak kegiatan ramai diseko...