meja nomor dua puluh dua.
. Lelaki tinggi itu mengambil pesanannya. Satu cup ice choco mint ukuran medium. Lalu kemudian, ia pergi melalui pintu kaca yang meninggalkan suara lonceng setelah terbuka. ada banyak sekali pilihan menu yang tersedia. mengapa harus rasa coklat yang aneh itu? aku bertanya karena sudah melihat lelaki itu hampir tiap hari kesini untuk membeli menu yang sama. terakhir dia kesini adalah hari rabu lalu, dan hari ini adalah hari jumat. Choco mint memang tidak sepopuler menu lainnya. tapi beberapa pelangganku sesekali memesan hanya untuk mencoba rasanya. bahkan aku sendiri saja tidak tertarik dengan rasa itu. coklat? uh apa enaknya? ditambah mint pula, pertama kali aku mencobanya langsung tidak suka. yang ku ingat, rasanya seperti mengunyah pasta gigi lalu menelannya terpaksa karena sulit di cerna di dalam mulut. itu karena separuh dari isinya adalah ice cream gel rasa mint yang semakin benar-benar membuatnya seperti menelan odol. di hari berikutnya, aku melihat lelaki yang sama dengan ...