terbang ke saturnus : dia tambah tua
Sekitar sebulan yang lalu, dia berulang tahun. Ya, tepat tanggal enam bulan lalu. Dia marayakan ulang tahunnya tanpa saya. Sama seperti tahun sebelumnya. Dia melewati semuanya tanpa saya. Dia terbiasa begitu. Karena mau atau tidak, setuju atau tidak setuju, dengan atau tanpa saya, waktu akan terus berjalan dan memang akan selalu begitu. Saya ingat, tahun lalu kami masih baik-baik saja dengan semua kekonyolan dan omong kosong yang kami punya di setiap obrolan telepon. Beberapa minggu sebelum ia berulang tahun, dia sempat bilang bahwa saat itu tidak ada yang lebih ia inginkan dari sekedar ucapan dan doa selamat dari saya. Menurutnya begitu saja cukup. Aih, tapi semesta bahkan tidak membuat harapan sederhana itu menjadi nyata. Sebab sebelum semua hari di lalui bahkan mendekati hari jadi kelahirannya itu, hubungan pertemanan kami sudah kandas bahkan tanpa kalimat perpisahan yang baik untuk di kenang. Perpisahan yang ga bisa dibawa santai. Karena menurut saya, hari itu masi...