l i m a
Mungkin saja, jika ku putuskan malam itu untuk tidak pernah menjawab pesan mu, kita tidak akan pernah secanggung ini saat berjumpa. Hm lebih tepatnya saling lirik saja. Meskipun aku masih menyimpan banyak keraguan soal kamu nyata atau tidak. Bagaimana aku bisa percaya bahwa manusia aneh sepertimu itu benar-benar nyata, jika semua yang kamu lakukan selalu saja berhasil mengagetkan. Semua ulah mu, apa saja yang kamu perbuat pasti akan berujung dengan kalimat “Mars.. Kamu beneran?” Aku masih tidak bisa percaya, tuan. Bahkan sekeras apapun kamu berusaha untuk meyakinkan. Kejutan kejutan yang sudah kau susun rapi, terlalu mulus masuk di imajinasi ku yang sudah kacau balau memikirkan tentang mu. Bisa-bisanya empat hari setelah pensi itu, kamu menunjukkan wajahmu. Tersenyum. Boleh ku katakan kamu seorang penjahat sekarang? Mencuri semua isi kepala ku. Membawanya lari ke suatu tempat tanpa memberi tau dimana kau letakkan semua rencana gila mu. Memperkenalkan diri sebagai Mars yang pendiam...