terbang ke saturnus : semangkuk perasaan salah tempat
Hampir tengah malam. Saya dengar suara dia batuk beberapa kali. Serak dan terdengar sakit. Iya, dia memang mengaku sedang tidak enak badan. Pulang rapat osis dan pramuka jam delapan, setelah isya baru sampai rumah. Diguyur hujan agak lebat plus dingin malam. Ditambah amarah dari ibunya. Itu tidak menyenangkan. Saya hanya bisa kesal. Memendam sedikit rasa tak suka dihati. “makanya agak lama. Maaf ya” Dia berkata pelan. Suaranya mungkin saja sudah lelah dari siang tadi. Ketua osis sefamous dia memang terlalu aktif di organisasi. Bicara sana sini. Apalagi dia anggota utama untuk ekskul pramuka dan satu lagi, persatuan khusus kimia sekolahnya. “kenapa bisa pake acara mampir dulu kalo udah tau bakal lama?” Dia tidak menjawab. Mungkin menimbang kalimat apa yang pas agar saya bisa percaya. Dia bilang, sebenarnya pulang sekolah jam enam sore. Tapi ada pertemuan tambahan, diadakan di kos teman perempuannya yang waktu itu. Iya. Di kos. Tentu mereka nggak berdua....